(Business Lounge Journal – Human Resources) Saya mengenal istilah mentor 21 tahun yang lalu saat saya menjadi mahasiswa di FEUI, para kakak kelas membimbing adik-adiknya yang baru masuk universitas melalui program mentoring. Perjalanan menuju sukses memang memerlukan seorang mentor atau seorang pendamping. Ibarat seorang anak yang dilatih berjalan oleh ayah dan ibunya, demikianlah peranan mentor bagi seseorang dalam hidupnya. Seringkali saya begitu kagum dengan keberhasilan seseorang, namun di balik kesuksesan itu ada seorang mentor yang menolong. Dalam kacamata ini maka program-program pelatihan memang memerlukan juga mentoring, agar apa yang disampaikan di dalam kelas akan dilaksanakan peserta melalui pendampingan dalam pekerjaan sehari-hari. Mentor memiliki peran seperti seorang guru, sebagai orangtua, yang mendidik, melatih, memberikan motivasi, kritik, dan nasehat untuk tetap mengejar visi atau tujuan-tujuan yang ditetapkan.

Seberapa lamakah seorang mentor itu diperlukan? Apakah hanya untuk beberapa saat saja? Atau untuk waktu yang lama? Atau bahkan untuk selama-lamanya? Seringkali untuk bentuk-bentuk pelatihan kepemimpinan yang diselenggarakan satu atau dua hari mentor-mentor diperlukan hingga program selesai. Namun jawaban dari para pemimpin yang sukses adalah mentor diperlukan selama-lamanya. Mentor diperlukan oleh seorang pemimpin. Bahkan hingga presiden sekalipun memiliki mentor di sampingnya untuk membantu ketajaman berpikir dan bertindak. Siapakah yang disebut dengan mentor itu? Mentor yang diambil dari bahasa Yunani mengandung pengertian wise advisor atau penasehat yang bijak. Dari definisi ini, siapakah mentor seorang pemimpin memang dapat bermacam-macam, secara formal atasan langsung pemimpin itu sendiri bisa disebut seorang mentor. Kebutuhan seorang pemimpin diperlukan bukan hanya secara formal, karena itu mentor didapati di berbagai sisi kehidupannya, bisa saja seorang istri atau suami adalah mentor yang baik. Atau orang tua, guru, penasehat spiritual yang disebut sebagai seorang mentor.

Kepemimpinan bisa semakin kuat bila didampingi oleh seorang mentor sehingga manajemen perusahaan perlu mengembangkan budaya mentoring ini. Mentoring perlu diberlakukan secara formal, dimulai dari jenjang yang paling bawah dalam perusahaan hingga para pemimpin puncak. Pedoman mentoring perlu disusun dan diberikan penjelasan melalui sosialisasi dan juga pertemuan regular para mentor, sehingga terdapat keseragaman dalam pelaksanaannya. Mentoring merupakan bentuk perhatian kepada orang lain, yang merupakan benih untuk mengikat perusahaan menjadi satu tim yang kuat. Seorang mentor yang baik memiliki beberapa syarat yang diperlukan, dia harus memiliki rasa empati, bertanggungjawab, siap berkorban, memiliki kemampuan teknis yang diperlukan untuk pekerjaan seorang pemimpin, dan lainnya lagi. Saya teringat pendiri Datascrip, Joe Kamdani, menulis buku berjudul Succeed above Success, berhasil di atas keberhasilan. Dia berkeyakinan bahwa jika orang lain sukses maka dia juga akan sukses. Saya setuju dengan pandangan Joe ini, bahwa mentoring akan membuat seluruh tim kita sukses, menciptakan pemimpin yang sukses dan artinya kita sendiri akan sukses.

Fadjar Ari DewantoFadjar Ari Dewanto/VMN/BD/MP Business Advisory Division, Vibiz Consulting, Vibiz Consulting Group

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.