The Gentlemen’s Armory Part 4: Accesories, Ties, & Details

Cover_Gent-Armory_part4(Business Lounge – Special Report)

Dasi

Dasi/neckties berawal dari abad ke-17 di Prancis, yang pada awalnya dikenakan oleh anggota militer dan dipopulerkan oleh King Louis XIII sebagai dekoratif aksesoris yang dinamakan “La Cravate”. Namun, seiring berjalannya waktu, dasi mengalami perubahan dari segi bentuk dan fungsi. Dasi modern yang kita kenakan sekarang, berawal pada tahun 1920 dan sejak itulah dasi terus berkembang sebagai aksesoris yang mutlak dikenakan oleh kaum pria.

Dasi hadir dalam berbagai motif, ukuran, bahan, dan model yang bisa digunakan dalam berbagai acara, baik formal ataupun casual/non-formal. Dasi bukanlah aksesoris yang hanya digunakan untuk formalitas tetapi lebih cenderung digunakan sebagai aksesoris bagi pria modern untuk mengekspresikan identitas diri masing-masing.

Kami akan menjelaskan secara singkat untuk Anda dapat membedakan dasi formal dan casual. Dasi yang tersedia, hadir dalam berbagai motif, ukuran, dan bahan. Untuk acara formal (black tie event) kenakanlah; dasi kupu-kupu atau bow tie hitam berbahan satin atau velvet. Dasi kupu-kupu mutlak dipadukan dengan setelan tuxedo atau setelan jas formal lain seperti; dinner jacket berbahan velvet atau setelan jas midnight blue. Namun, selain untuk tampil formal, kini dasi kupu-kupu pun hadir dalam berbagai motif yang dapat dikenakan secara kasual dan fun seperti gambar di bawah ini.

Sedangkan untuk bekerja atau pertemuan/ meeting (board meeting atau bertemu klien) Anda dapat menggunakan dasi yang berwarna solid ataupun bermotif print, stripe, dan polkadot.

Tips: hindarilah dasi yang terlalu skinny. Sesuaikanlah juga pilihan dasi Anda dengan etika, peraturan, dan situasi tempat di mana Anda bekerja. Selain itu, Anda bebas berkreasi karena dasi adalah tempat untuk Anda mengekspresikan diri, seperti tulisan di bawah ini.

Contoh dasi kupu-kupu 2

Tips untuk Membeli Dasi

Pilihlah dasi yang berkualitas, yaitu dasi yang terbuat dari bahan alami dengan konstruksi pembuatan yang baik yang terkadang dengan menggunakan tangan. Mengapa demikian? Karena dasi yang menggunakan bahan berkualitas, cenderung memberikan simpul dan ‘dimple’ yang bagus dan juga drape yang lebih baik. Pertama, dasi yang baik adalah yang terbuat dari bahan silk, wool, cashmere, cotton atau linen. Hindarilah yang mengandung bahan polyester.

Contoh dasi dimpled

Dasi yang berkualitas memiliki konstruksi tiga, enam, atau tujuh lipatan. Enam atau tujuh lipatan, dikategorikan sebagai “luxury or artisanal ties”. Ini disebabkan oleh karena teknik pembuatannya yang cukup rumit dan menggunakan lebih banyak bahan, menyebabkan biaya produksi yang lebih mahal. Namun, bukan berarti ini selalu lebih baik, karena teknik tiga lipatan yang baik juga dapat menghasilkan kualitas dan hasil yang sama dengan teknik enam atau tujuh lipatan. Ini hanya tergantung pada selera dan perspektif masing-masing individu, bagaimana Anda menilai dan menghargai cara dan teknik pembuatan suatu produk yang kemudian memberikan nilai tersendiri bagi Anda.

Pocket Square

Pocket square atau ‘handkerchiefs’ yang kita kenal berawal dari saputangan yang digunakan oleh para bangsawan Inggris dan Prancis untuk melindungi hidung dari sengatan bau jalanan dan sekitarnya. Kemudian dipopulerkan oleh Raja Perancis King Louis XVI. Handkerchief dibuat dengan ukuran 16×16 cm yang kita kenal sekarang sebagai ‘pocket square’. Zaman sekarang ini, fungsi Pocket Square yang berawal dari saputangan/handkerchief kini beralih ke fashion aksesoris untuk pria modern.

Tips Untuk Menggunakan Pocket Square

Digunakan sebagai pelengkap untuk outfit seorang pria, warna, dan bahan pocket square dianjurkan untuk tidak bersamaan dengan warna dan bahan dasi ataupun jacket Anda. Jika Anda mengenakan jacket atau setelan jas berwarna navy, hindarilah menggunakan navy pocket square. Sebagai gantinya, pilihlah warna yang kontras seperti; coklat, burgundy, atau putih. Kesimpulannya, pilihlah warna yang melengkapi warna dasi Anda, contoh; jika warna dasi Anda berwarna biru navy dengan warna dot putih pilihlah warna dasar putih untuk pocket square sebagai pelengkap.

Material seperti silk, cotton, atau linen adalah bahan yang umum digunakan dan mudah dipadukan dengan segala jenis outfit Anda. Pocket square yang menggunakan bahan silk yang mengkilap memberi kesan dan lebih cenderung digunakan untuk acara formal. Traditional linen warna putih lebih fleksibel dan mudah dipadukan dengan segala outfit. Putih adalah pilihan aman jika Anda merasa bingung atau ragu dengan pilihan warna. Bahan seperti katun yang diasosiasikan dengan iklim dan umumnya digunakan untuk setelan jas musim panas.

Ada berbagai macam cara untuk melipat pocket square, namun pada artikel ini kami akan menyajikan empat lipatan klasik yang umum digunakan.

Pocket Square Folding1. Classic fold, lipatan yang umum digunakan untuk acara formal atau bisnis.
2. Puff Fold, lipatan yang umum digunakan untuk segala macam situasi dan tempat.

Pocket Square Folding 23. Crown Fold, lipatan yang menarik dan ideal digunakan di acara sosial atau casual.

Pocket Square Folding 34. Flower Fold, lipatan yang memberikan kesan glamor, jika itu adalah tujuan anda

Pocket Square Folding 4

Creative/Casual

Dasi dan pocket square menjadi vocal point dalam memberikan warna yang cerah.

Tips: hindari memadukan warna yang sama dalam pemilihan dasi dan pocket square.

Creative Casual Jas

Casual Pocket SquarePocketsquare casual bermotif buatan brand ternama Drake’s London.

Business

Dasi yang konservatif dengan woven silk grenadine, striped, paisley dengan warna yang tidak terlalu kontras.

Tips: hindari yang mengkilap seperti satin atau yang casual seperti rajutan atau linen. Untuk pocket square linen putih dengan TV fold standar adalah pilihan yang aman atau square dengan sedikit warna atau motif tetapi tetap dengan lipatan (TV fold atau segitiga).

business jas

Formal

Generally plain- black/white bowtie; silver satin or silk tie; plain white linen or silk pocket square.

Formal generally plain- blackwhite bowtie

Pocket Square FormalPocketsquare plain untuk acara formal.

Aksesoris Lapel

Jika Anda perhatikan pada jacket atau setelan jas anda, khususnya di area lapel ada lubang kancing yang terkadang kita pertanyakan fungsinya. Lubang kancing ini awalnya dibuat untuk menutup jacket dan melindungi leher dari angin/dingin. Namun kini lapel area ini digunakan untuk menambahkan extra dekorasi/aksesoris seperti lapel pin.

Lapel pin adalah aksesoris yang dapat dikenakan oleh pria atau wanita yang merupakan tambahan untuk melengkapi outfit Anda. Aksesoris ini mampu memberikan kesan glamor dan menjadi objek spesial yang membuat kontras antara warna pakaian, dasi, dan pocket square.

Contoh Lapel Pin - Brillington&BrothersAksesoris lapel pin buatan brand Brillington&Brothers

Lapel pin ini umum dipakai dalam acara formal seperti pernikahan, black tie event, atau social event. Tidak terbatas untuk acara itu saja, lapel area ini dapat juga digunakan untuk menampilkan logo identitas perusahaan.

Lapel pin umumnya terbuat dari kain atau kertas yang diproses dengan teknik khusus. Motif dan bentuknya pun sangat beragam mulai dari bunga, binatang, bendera, dan lain-lain.

Inigo A/VMN/BL/Contributor
Editor: Ruth Berliana

Artikel ini hasil kerjasama dengan Archie Jakarta, www.archiestore.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.