(Business Lounge – Global News) Samsung Electronics Co. saat ini sedang bekerja menciptakan peralatan elektronik yang lebih luas dan sistem pembayaran mobile untuk menyaingi pesaingnya, seperti halnya Apple Inc. karena Samsung sedang menangani menurunnya pangsa pasar akibat melambatnya pemasaran smartphone.

Peluncuran Device Baru

Samsung Galaxy S6

Perusahaan Korea Selatan itu meluncurkan sepasang device baru di New York pada hari Kamis (13/8), termasuk varian layar besar pada handset andalannya, Galaxy S6 Edge. Persaingan antara Samsung dan Apple sangatlah sengit sehingga Samsung mempercepat acara launching device barunya dalam beberapa minggu untuk menghindari konfrontasi langsung dengan Apple, yang biasanya berencana untuk memperkenalkan iPhone terbaru pada acara yang akan diselenggarakan pada September.

Samsung Galaxy S6 Edge, pertama kali diluncurkan pada bulan April. Awalnya device ini terkenal di kalangan konsumen, tetapi Samsung tidak dapat sepenuhnya memanfaatkan popularitas perangkat tersebut karena salah membaca permintaan pasar dan kesulitan dalam mengembangkan produksi layar melengkung. Model terbaru, yang dikenal sebagai Galaxy S6 Edge+, merupakan upaya untuk mendapatkan kembali momentum untuk smartphone premium yang mendorong sebagian besar keuntungan di divisi mobile Samsung.

Galaxy S6 Edge+ juga menjadikan jumlah smartphone andalan Samsung tahun ini menjadi tiga. Samsung juga meluncurkan Galaxy Note 5 pada hari Kamis (13/8), yang merupakan iterasi kelima dari smartphone yang berukuran besar. Dengan membawa keluar versi yang lebih besar dari Edge S6, Samsung sedang mencoba untuk bersaing dengan Apple secara lebih efektif.

Penawaran ponsel baru Samsung ini merupakan upaya untuk menjadikan Samsung sebagai pemimpin dalam produk layar melengkung selama satu tahun, ketika Apple akan menawarkan perubahan desain tambahan untuk iPhone 6 yang sudah ada  dan perangkat iPhone 6 Plus.

Samsung Galaxy S6 edge+

Kurang Berhasil

Divisi mobile Samsung telah jatuh dengan keras akibat pertumbuhan di pasar smartphone global yang sebelumnya mengalami peningkatan besar, sekarang mulai menurun. Pada kuartal kedua, pengiriman smartphone global meningkat 15%, laju paling lambat dalam enam tahun terakhir.

Bahkan setelah keluarnya Edge Galaxy S6 awal tahun ini dan yang variannya dengan layar datar─Galaxy S6, Samsung mengalami penurunan laba operasional sebesar 38% pada kuartal kedua dari tahun sebelumnya. Keuntungan kuartalan mobile sekarang kurang dari setengah apa yang mereka dapatkan dari dua tahun yang lalu – ketika Samsung berada di posisi teratas dalam mendominasi mobile phone pada tahun 2013.

Selain itu, Samsung telah kehilangan pangsa pasar semenjak awal perilisan dua produk hit Apple tahun lalu – IPhone 6 dan iPhone 6 Plus yang memiliki layar yang lebih besar.

Analis Strategi mengatakan pangsa pasar Samsung turun menjadi 21,2% pada kuartal kedua, sementara Apple dan pesaing dari Tiongkok seperti Huawei Technologies Co. dan Xiaomi Corp. mengalami perkembangan.

Sebagai Alternatif, Samsung Keluarkan System Pembayaran Mobile

Pada hari Kamis (13/8) , Samsung juga secara resmi meluncurkan layanan mobile payment─Samsung Pay, yang bertujuan untuk bersaing dengan Apple, Google Inc. dan layanan pembayaran mobile lainnya. Layanan ini kompatibel dengan tiga smartphone Galaxy S6 dan Galaxy Note yang baru. Ini akan memungkinkan konsumen untuk membayar pembelian dengan ponsel mereka di kasir.

Seperti Apple Pay, layanan Samsung ini bergantung pada jaringan pembayaran tradisional, memungkinkan orang untuk menggunakan rekening kartu yang ada. Jika layanan Apple hanya bekerja dengan pembaca kartu rekening generasi baru, Samsung Pay juga dapat digunakan pada counter kasir yang menggunakan pembaca kartu rekening magnetik tradisional.

Samsung Pay merupakan perwujudan dari upaya Samsung untuk membedakan perusahannya dari ekosistem Android lainnya. Tidak ingin semua pembayaran dilakukan melalui Android Pay, perusahaan ini sedang mengembangkan layanan pembayarannya sendiri.

Samsung mengatakan layanan pembayaran akan dirilis di Amerika Serikat pada tanggal 28 September, setelah peluncuran di Korea pada tanggal 20 Agustus.

Proyek Lainnya

Pada hari Kamis (13/8), Samsung juga berusaha untuk memposisikan Galaxy Note sebagai perangkat produktivitas yang berfokus pada konsumen pebisnis. Device baru ini akan memiliki keyboard, mirip dengan BlackBerry yang pernah populer di kalangan para pekerja kantoran.

Selain itu, Samsung telah menciptakan fitur yang disebut SideSync, yang memungkinkan konsumen untuk melakukan sinkronisasi pesan di ponsel dan komputer yang menggunakan sistem operasi Windows atau Apple.

Samsung juga bekerja sama dengan YouTube untuk meluncurkan fitur live streaming pada kamera produk Samsung, yang disebut Live Broadcast.

Perusahaan Samsung juga mengumumkan akan meluncuran kedatangan smartwatch, yang disebut Samsung Gear S2. Smartwatch tersebut akan diresmikan di sebuah acara di Berlin pada tanggal 3 September.

Kedua device ini akan tersedia di Amerika Serikat dan Kanada pada tanggal 21 Agustus dan pembelian awal secara online sudah dimulai sejak hari Kamis 13 Agustus, pukul 3 sore kemarin.

Alvin Wiryo Limanjaya/VMN/BL/Contributor
Editor: Ruth Berliana
Image: Samsung

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.