(Business Lounge – Technology) Di kenal dengan produk-produknya yang berlabel smart (pintar) seperti smart phone, smart home, dan lainnya, kini kabar terbarunya Google sedang mengembangkan sebuah teknologi boneka pintar. Berita yang baru sampai ke publik akhir-akhir ini, tenyata sudah disiapkan Google jauh-jauh hari sebelumnya. Bahkan ternyata Google sudah mengajukan hak paten teknologi robot berbentuk boneka teddy bear-nya ini sejak tahun 2012 silam.

Boneka pintar Google berwujud beruang ini akan dilengkapi dengan sensor yang memampukannya bereaksi dengan aktifitas manusia. Google akan menempatkan mikrofon pada bagian telinga, speaker pada bagian mulut dan kamera di belakang mata robot tersebut. Agar boneka ini dapat bergerak, maka ditempatkan juga mesin bertenaga listrik pada beberapa bagian tubuhnya. Boneka ini juga akan terhubung melalui koneksi internet.

Nantinya boneka ini akan menanggapi perintah dari pemiliknya melalui gerakan tubuhnya seperti membuka mata dan berkedip, mengangkat kepala, mengerakkan telinga, hidung, dan ekornya. Selain itu boneka ini juga dapat berkata-kata. Boneka ini juga  dapat menatap pemiliknya dan mengenali pemiliknya melalui kontak mata, ujar Richard Wayne DeVaul, penemu teknologi tersebut. Untuk menghidupkan boneka itu digunakan kata kunci.

Smart Teddy Bear

Selain berinteraksi dengan pemiliknya, boneka ini diciptakan untuk dapat mengendalikan berbagai perangkat atau perabotan rumah tangga berkoneksi internet seperti televisi, AC, pemutar DVD, tirai jendela otomatis dan lampu. Dapat juga berperan sebagai thermostat pintar dengan menggunakan koneksi Wi-Fi.  Hal ini dinyatakan Google dalam dokumen patennya. Dengan kata lain, robot ini mendukung penerapan konsep smart home yang telah diluncurkan Google.

Belum diketahui persis apa yang akan dilakukan Google dengan boneka pintarnya ini. Dugaan yang beredar penggunaan terbesarnya adalah Google akan memperkenalkan boneka ini sebagai teman main dan belajar bagi anak-anak. Berkaitan dengan hal itu, beberapa pihak kuatir alat ini akan semakin mengurangi interaksi sosial anak terhadap sesamanya, juga mengurangi gerak motoriknya, seperti yang telah terjadi akibat penggunaan smartphone dan gadget lainnya pada anak-anak. Selain itu, masalah lain yang dikuatirkan adalah bahwa alat ini dapat melanggar privasi. Hal ini wajar karena alat ini memiliki kemampuan untuk merekam percakapan dan aktitas penggunanya. Akan tetapi bagi orang tua yang memiliki keterbatasan mengawasi anak-anaknya dikarenakan harus bekerja, alat ini akan berguna untuk mengawasi apa saja yang dilakukan oleh anak-anak dan juga baby sitter-nya secara tersembunyi.

Selain beruang Teddy, boneka pintar Google ini juga akan tersedia dalam bentuk kelinci. Google sengaja memilih bentuk beruang yang lucu dan manis, agar produk ini mudah laku di pasaran. Kemungkinan Google juga akan memperluas bentuk bonekanya ini dengan binatang lainnya atau bahkan dalam sosok boneka manusia.

Rebecca Hayati/VMN/BL/Managing Partner E-Commerce
Editor: Ruth Berliana
Image: wikipedia

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.