(Business Lounge – Technology) Sekelompok peneliti dari Universitas California Berkeley sedang mengembangkan algoritma yang memungkinkan robot belajar melalui trial dan error. Dengan algoritma ini maka robot dapat belajar dari kesalahan-kesalahan melalui proses trial dan error, layaknya yang dilakukan manusia.  Bagi manusia kedengarannya belajar melalui trial dan error adalah hal yang sederhana, namun bagi sebuah robot ini merupakan hal yang sulit karena robot tidak memiliki intuisi manusia. Tanpa intuisi, tampaknya mustahil untuk memiliki fleksibilitas dan menyesuaikan dengan perubahan kondisi.

Otak robot berupa chip processor, otak ini sangat berbeda dengan otak manusia. Para peneliti telah berhasil menulis kode yang tepat untuk membuat robot dapat mempelajari sesuatu berdasarkan kesalahan yang mereka lakukan. Pieter Abbeel, Profesor Departemen UC Berkeley Teknik Elektro dan Ilmu Komputer mengatakan ini merupakan pendekatan baru untuk memberdayakan robot untuk belajar. Kuncinya adalah bahwa ketika robot dihadapkan dengan sesuatu yang baru, maka robot itu tidak perlu diprogram ulang. Perangkat lunak yang sama persis yang mengkode bagaimana robot dapat belajar, digunakan untuk memungkinkan robot untuk mempelajari semua tugas yang berbeda yang diberikan.

Dalam penelitian ini, dikembangkan serangkaian algoritma yang memungkinkan robot mempelajari serangkaian tugas motorik, seperti menempatkan penutup pada botol air, dan juga merakit sebuah pesawat mainan tanpa pengetahuan sekitar yang diprogram sebelumnya. Robot ini belajar dengan menghilangkan kemungkinan dari kesalahan yang dibuat, atau yang kita sebut trial and error.  Hal ini dapat memungkinkan robot beroperasi secara efisien dalam lingkungan yang sedikit lebih kacau dibandingkan dari lingkungan di mana mereka biasanya beroperasi, seperti pabrik atau laboratorium. Dengan demikian nantinya ketika robot ditempatkan pada lingkungan nyata seperti rumah atau kantor, robot tersebut dapat memahami dan beradaptasi dengan lingkungannya, sehingga diharapkan akan makin tanggap dengan peristiwa sekitar dan membuat mereka lebih efisien dalam memilih pekerjaan.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis robot yang sudah ada sebelumnya yang bernama Willow Garage PR-2, jadi tidak ada penciptaan robot yang baru untuk penelitian ini. Namun pada robot tersebut ditambahkan sebuah sistem kecerdasan buatan baru bernama Deep Learning, yang membuat robot tersebut memiliki kemampuan belajar yang sederhana. Robot yang sudah diberikan tambahan sistem Deep Learning ini diberi nama BRETT  (Berkeley Robot for the Elimination of Tedious Tasks).

Berhasil diciptakannya prototype robot ini merupakan sebuah terobosan yang sangat besar ke masa depan khususnya dalam hal kecerdasan buatan (artificial inteligence). Tentunya penelitian ini masih akan menempuh jalan panjang dengan mengadakan penelitian selanjutnya, untuk  menghasilkan robot yang dapat belajar  untuk melakukan tugas khusus seperti membersihkan rumah atau mengurutkan laundry.

Rebecca Hayati/VMN/BL/Managing Partner E-Commerce
Editor: Ruth Berliana
Image: youtube

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.