Teknologi Berdasarkan On Demand

Teknologi Berdasarkan on Demand

(Business Lounge – Inspiring)

Dalam pertemuan ini Menristekdikti menceritakan salah satu penemuan yang cukup menarik saat ini yaitu bagaimana menjadikan daun menjadi bibit. “Jika biji-bijian menjadi bibit atau dari pohon atau dari akar itu sudah sering didengar. Tetapi kalau dari daun? Inilah teknologi,” demikian dikisahkan M. Nasir.

Teori yang digunakan adalah teori yang bernama teori genetic embrio genesis yang dapat menghasilkan 1 juta bibit hanya dari 2 lembar daun saja. Teori ini menggunakan sistem cloning. Sehingga bukan lagi sebuah hal yang sulit jika kemduian terdapat kebutuhan pohon kakao cokelat sebanyak 1 juta pohon dalam 1 tahun. Hal ini kini dapat terealisasi bahkan 2 juta satu tahun sudah dapat dipenuhi. “Inilah teknologi yang berdasarkan on demand,” demikian pemaparan M. Nasir.

Tidak hanya berkisah tentang daun yang menjadi bibit, M. Nasir juga menjelaskan tentang rumput laut. Rumput laut kering memiliki harga sekitar 24,000 hingga 28,000 per kg tergantung kualitas. Melalui sebuah riset maka dibuktikanlah bahwa di dalam rumput laut itu terdapat vitamin A yang menghasilkan pigmen pada kulit. Satu gram pigmen tersebut dapat dihasilkan dari 5% hingga 20% dari 1 kg rumput laut cokelat atau merah. Andaikata 20% dari 1000 gram dapat menghasilkan 1 gr pigmen dan 1 gram kemudian dihargai $ 5000 atau sekitar 65 juta rupiah, maka bayangkan berapa keuntungan yang dapat diperoleh.

Jika seribu gram rumput laut dapat dibeli dengan harga sekitar 28 juta rupiah dan mengasilkan 1 gram pigmen dengan harga 65 juta rupiah, maka keuntungan yang diperoleh lebih dari 100%. Value added yang luar biasa bukan?

M. Nasir menyadari benar hal ini sehingga ia mengatakan bahwa riset seperti inilah yang perlu kita kembangkan dan pemerintah memiliki tugas di dalamnya. Para periset asing telah berhasil menemukan yang membuat dunia usaha serta para investor asing lebih suka mengekspor rumput laut dalam bentuk mentah. “Mereka tidak akan mengambil rumput lautnya tetapi melalui teknologi, mereka akan mengambil komponen di dalam rumput laut tersebut,” demikian dijelaskan Menristekdikti.

Dalam hal obat-obatan kita pun cukup berbangga sebab saat ini di cikarang telah dikembangkan laboratorium yang mengembangkan vitamin-vitamin yang terdapat dalam tanaman-tanaman. Salah satunya obat merek Dexa, yang merupakan hasil dari rekayasa hasil riset yang dikembangkan. Pemerintah sangat mendukung dan secara luar biasa upaya ini telah diakui oleh Amerika dan Eropa. Semua bahan baku dari indonesia karena itu tidak akan terpengaruh dengan gejolak dollar. Kita harapkan para ahli dan peneliti kita semakin memajukan dunia riset yang akan berdampak kepada kemajuan teknologi dan perekonomian bangsa.

Back to Jelang Reformasi TeknologiCover Menristekdikti - SA

Ruth Berliana/VMN/BL/Managing Partner Human Capital Development

Related Posts

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published.