(Business Lounge – News & Insight) Puing-puing Malaysia Airlines MH17 yang telah diangkut dari lokasi kecelakaan di Ukraina telah tiba di Pangkalan Udara Belanda pada Selasa (9/12). Puing-puing tersebut diangkut oleh 8 buah truk yang melakukan konvoi dalam perjalanan panjang yang dimulai dari Ukraina pada pekan lalu, menyeberang ke Belanda dari Jerman pada Selasa (9/12) pagi. Perjalanan ini berada pengawalan polisi hingga ke pangkalan udara di Belanda selatan.

Puing-puing ini kemudian akan disatukan sebagai bagian dari penyelidikan atas tragedi penembakan pesawat MH17 di Ukraina.

Pemerintah Belanda akan merekonstruksi kembali bagian dari pesawat karena mereka berusaha untuk mengetahui apa yang menyebabkan pesawat tersebut jatuh. Ukraina dan pihak Barat memang menuduh Rusia mengambil bagian dalam memasok rudal kepada separatis pro-Kremlin yang menembak jatuh MH17. Tetapi Moskow dan separatis menyangkal dan menolak bertanggung jawab bahkan menuduh Kiev yang melakukan penembakan tersebut.

Belanda memimpin upaya internasional untuk mengajukan tuntutan pidana, jika pelaku dapat diidentifikasi. “Ini akan memakan waktu beberapa bulan sebelum kami memiliki rekonstruksi bagian dari pesawat,” kata Kepala OVV Tjibbe Joustra seperti dilansir oleh AFP. Pekerjaan yang rumit ini harus menghadapi fakta bahwa bagian-bagian dari pesawat telah hancur oleh api di lokasi kecelakaan juga adanya bagian-bagian lain yang hilang.

Dua per tiga dari penumpang MH17 adalah warga negara Belanda sehingga Belanda pun merasa sangat berkepentingan dalam melakukan investigasi lebih lanjut. Sebuah tim investigasi yang dipimpin oleh Belanda sejauh ini telah mengidentifikasi 292 orang yang tewas, tapi enam korban tetap tidak dapat diidentifikasi. Saat ini lokasi kejadian ditutup sementara sehubungan musim dingin yang sedang berlangsung.

Reruntuhan pesawat akan difoto, discan, dan dipilah-pilah sebelum direkonstruksi dalam hanggar. “Apa yang benar-benar kami harapkan adalah kami dapat memiliki (sepotong) bukti lain atas apa yang telah terjadi, laporan kami bertujuan untuk merekonstruksi apa yang telah terjadi,” demikian dikatakan Joustra seperti dilansir oleh AFP. Rekonstruksi akan ditutup untuk umum, namun keluarga terdekat akan diizinkan untuk melihatnya jika mereka menginginkannya.

Sebuah laporan pada awal bulan September lalu mengatakan bahwa pesawat memiliki kemungkinan meledak di udara sebagai akibat dari kerusakan struktural yang disebabkan oleh sejumlah besar benda-energi tinggi yang menembus pesawat dari luar.

uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana
Image: Antara

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.